Aceh Tenggara – Di balik suasana tenang Rumah Dinas Wakapolres Aceh Tenggara, terselip sebuah kisah kemanusiaan yang mengalir lembut namun membekas dalam. Jumat Berkah kali ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan menjelma menjadi ruang pertemuan antara kepedulian dan harapan. Jumat 17 April 2026
Kapolda aceh Irjend pol Drs. Marzuki ali basyah, M.M. melalui kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, S.I.K., bersama Ketua Cabang Bhayangkari Aceh Tenggara, Ny. Ilma Yulhendri, hadir membawa lebih dari sekadar santunan.
Mereka membawa kehangatan, perhatian, dan rasa memiliki kepada anak-anak yatim piatu yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Di halaman rumah dinas yang biasanya bersifat formal, Sore itu berubah menjadi tempat penuh senyum dan keakraban. Tawa kecil anak-anak berpadu dengan sapaan hangat para pejabat, menciptakan suasana yang terasa begitu dekat dan menyentuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Aceh Tenggara serta pengurus Bhayangkari, santunan diserahkan secara langsung dengan penuh ketulusan. Setiap bingkisan yang diberikan seolah menjadi simbol bahwa mereka tidak dilupakan, bahwa ada tangan-tangan yang siap merangkul di saat dibutuhkan.
Bantuan dari Kapolda aceh Irjen pol Drs. Marzuki ali basyah, M.M. yang diberikan melalui Kapolres aceh tenggara, yang dalam kesempatan tersebut dia menyampaikan bahwa Jumat Berkah adalah momentum untuk merawat rasa kemanusiaan, bukan sekadar berbagi materi.
“Di tempat ini, kita ingin menghadirkan kehangatan yang mungkin sederhana, namun semoga mampu menguatkan hati anak-anak kita. Mereka adalah bagian dari masa depan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya dengan penuh makna.
Sementara itu, Ny. Ilma Yulhendri menambahkan bahwa Bhayangkari akan terus bergerak menghadirkan kepedulian yang nyata, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan sentuhan kasih sayang.
Kegiatan ini bukan hanya meninggalkan kesan, tetapi juga menanamkan nilai—bahwa kepedulian tidak selalu harus besar untuk terasa dalam. Di Rumah Dinas Wakapolres Aceh Tenggara, Jumat Berkah menjelma menjadi kisah hangat tentang cinta, perhatian, dan harapan yang tumbuh dalam kebersamaan.
Di akhir kegiatan, senyum anak-anak menjadi penutup paling indah—sebuah tanda bahwa kebaikan hari itu telah sampai tepat di hati yang membutuhkan. (red)




























