SIMALUNGUN – Jalur lintas Saribudolok–Tanah Karo yang melintas di Kabupaten Simalungun, mulai dari Kecamatan Panei Tongah hingga Kecamatan Raya, kini jadi sorotan. Dalam 3 minggu terakhir di awal tahun 2026, angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) melonjak drastis.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun, IPDA Yancen Hutabarat, S.H., langsung turun tangan dengan mengeluarkan himbauan tegas:
“Jangan ngebut, nyawa bukan mainan! Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama!”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kanit Gakkum IPDA Yancen Hutabarat, saat dikonfirmasi Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, menjelaskan bahwa peningkatan kejadian laka lantas di jalur tersebut sangat mengkhawatirkan.
“Dalam 3 minggu terakhir tahun 2026 ini, kami mencatat peningkatan kejadian laka lantas di jalur lintas Saribudolok–Tanah Karo, khususnya di wilayah Kabupaten Simalungun mulai dari Kecamatan Panei Tongah hingga Kecamatan Raya. Ini sangat mengkhawatirkan dan kami harus segera bertindak,” ujar Kanit Gakkum Yancen.
Menurutnya, jalur ini memang merupakan jalur ramai yang dilalui banyak kendaraan, terutama kendaraan berat seperti truk dan bus, serta kendaraan pribadi yang melaju dengan kecepatan tinggi.
“Jalur ini adalah jalur lintas provinsi yang ramai. Banyak kendaraan berat, banyak yang ngebut, ditambah kondisi jalan yang berkelok-kelok dan menanjak. Kombinasi ini sangat berbahaya jika pengemudi tidak hati-hati,” ungkapnya.
Kanit Gakkum Yancen kemudian menyampaikan himbauan kepada seluruh pengguna jalan untuk senantiasa berhati-hati dan waspada dalam berkendara.
“Dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk senantiasa berhati-hati dan waspada dalam berkendara. Nyawa itu berharga, jangan disia-siakan karena kebut-kebutan atau lalai,” ujarnya dengan tegas.
Dia memberikan beberapa tips yang dapat dilakukan pengguna jalan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Tips Pertama: Pastikan Kendaraan Laik Jalan
“Pastikan kendaraan Anda dalam kondisi baik dan laik jalan. Cek rem, lampu, ban, dan semua komponen kendaraan sebelum berkendara. Kendaraan yang tidak laik jalan sangat berbahaya!” tegas Kanit Gakkum Yancen.
Tips Kedua: Gunakan Perlengkapan Keselamatan
“Gunakan helm SNI saat mengendarai sepeda motor. Gunakan sabuk pengaman saat mengendarai mobil. Ini wajib, bukan pilihan! Helm dan sabuk pengaman bisa menyelamatkan nyawa Anda saat terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Tips Ketiga: Patuhi Rambu-Rambu Lalu Lintas
“Patuhi rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan. Rambu itu ada untuk keselamatan Anda. Jangan abaikan! Jika ada rambu batas kecepatan, patuhi. Jika ada rambu larangan mendahului, jangan nekat mendahului,” jelasnya.
Tips Keempat: Jangan Mengemudi dalam Kondisi Tidak Fit
“Jangan mengemudi dalam keadaan mengantuk atau di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang. Ini sangat berbahaya! Jika mengantuk, berhenti dan istirahat. Jangan paksakan diri. Nyawa lebih penting daripada terburu-buru,” tegasnya.
Tips Kelima: Jaga Jarak Aman
“Jaga jarak aman dengan kendaraan lain. Jangan terlalu dekat dengan kendaraan di depan. Jarak aman memberi Anda waktu untuk bereaksi jika terjadi sesuatu yang tidak terduga,” ujarnya.
Tips Keenam: Prioritaskan Pejalan Kaki dan Pengendara Sepeda
“Berikan prioritas kepada pejalan kaki dan pengendara sepeda. Mereka adalah pengguna jalan yang paling rentan. Hormati hak mereka dan jaga keselamatan mereka,” ungkapnya.
Tips Ketujuh: Istirahat yang Cukup
“Beristirahatlah yang cukup jika Anda merasa lelah. Jangan paksakan diri untuk terus mengemudi. Lelah menurunkan konsentrasi dan memperlambat reaksi. Berhenti, istirahat, baru lanjutkan perjalanan,” pungkasnya.
Kanit Gakkum Yancen mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman.
“Mari bersama-sama menciptakan lalu lintas yang aman dan nyaman bagi kita semua. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tanggung jawab polisi atau pemerintah. Kita semua punya peran,” ujarnya.
Polres Simalungun berharap jika himbauan ini terlaksana dengan baik, harapan terbesarnya adalah menurunnya angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan.
“Harapan kami, dengan himbauan ini, angka kecelakaan turun drastis. Lebih dari itu, kami berharap kesadaran pengguna jalan meningkat, budaya berkendara yang lebih aman terbentuk, korban luka dan meninggal dunia berkurang, lalu lintas lebih lancar, dan kualitas hidup masyarakat meningkat,” ungkap Kanit Gakkum Yancen.
Dia menambahkan bahwa kecelakaan lalu lintas seringkali menimbulkan kerugian ekonomi yang besar, baik bagi korban maupun masyarakat secara umum.
“Dengan berkurangnya kecelakaan, kerugian ekonomi ini juga bisa diminimalkan. Jadi, ini bukan hanya soal keselamatan, tapi juga efisiensi ekonomi,” jelasnya.
Kanit Gakkum Yancen menutup dengan pesan yang sangat tegas dan penuh kepedulian.
“Jangan ngebut, jangan ugal-ugalan, jangan abaikan rambu. Nyawa bukan mainan. Keluarga menunggu Anda di rumah dengan selamat. Hati-hati di jalan, selamat sampai tujuan!” pungkasnya dengan penuh harap. (*)




























