Syahbudin Padang: Wartawan Jangan Diintimidasi, Evaluasi Dewan Pers Harus Demi Perlindungan Jurnalis

SUARA INTERGRITAS

- Redaksi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:18 WIB

5012 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH — Di tengah maraknya dugaan intimidasi terhadap wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wacana penataan ulang Dewan Pers yang disuarakan PWOD kepada Presiden RI Prabowo Subianto mulai menjadi perhatian publik.

Menanggapi hal tersebut, Syahbudin Padang menegaskan bahwa kebebasan pers harus tetap dijaga, namun perlindungan terhadap wartawan juga wajib menjadi prioritas utama negara.

Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir masih banyak wartawan yang mengalami tekanan, intimidasi, hingga upaya menghalangi kerja jurnalistik ketika melakukan peliputan di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pers itu pilar demokrasi. Wartawan bekerja untuk menyampaikan fakta kepada masyarakat. Jangan sampai ada intimidasi atau tekanan terhadap jurnalis saat menjalankan tugasnya,” tegas Syahbudin Padang, Sabtu (9/5/2026).

Ia menilai, munculnya desakan evaluasi terhadap Dewan Pers merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sah-sah saja selama bertujuan memperkuat independensi dan perlindungan terhadap insan pers di Indonesia.

Menurut Syahbudin, independensi pers bukan berarti tanpa pengawasan, namun pengawasan juga tidak boleh menjadi alat untuk membungkam kritik maupun membatasi kebebasan jurnalistik.

“Kalau ada evaluasi terhadap Dewan Pers, itu harus benar-benar demi memperkuat profesionalisme pers dan perlindungan wartawan. Bukan malah melemahkan kebebasan pers,” ujarnya.

Sebagai Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh, Syahbudin juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati kerja jurnalistik dan menjaga kemitraan yang sehat antara aparat, masyarakat, dan media.

Ia berharap pemerintah pusat dapat menghadirkan sistem pers yang adil, independen, profesional, sekaligus memberikan rasa aman bagi wartawan di seluruh Indonesia.

“Wartawan jangan dipandang sebagai musuh. Kritik dan pemberitaan adalah bagian dari kontrol sosial dalam negara demokrasi,” tutupnya.

Berita Terkait

Berawal dari Laporan Warga, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Agara Bongkar Peredaran Sabu di Lawe Alas
Kapolres Aceh Tenggara Perkuat Sinergi dengan Dunia Pendidikan Lewat Kunjungan ke SMP Negeri 1 Kutacane
Cepat, Tepat, dan Presisi! Tim URC Satreskrim Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Curas, Diduga Beraksi di Tujuh Lokasi
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bulanan, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Prima kepada Masyarakat
Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika
Semarak Kontes Durian Lokal Aceh Tenggara, Kapolres Bersama Forkopimda Dukung Potensi Durian Unggulan Daerah
Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Perayaan Dies Natalis ke-2 GAMKI, Perkuat Sinergi Lintas Agama dan Pemuda
Polres Aceh Tenggara Tingkatkan Pengamanan dan Patroli di SPBU, Jaga Ketertiban di Tengah Kelangkaan BBM

Berita Terbaru