PW GPA KOORDINATOR INDONESIA TIMUR DESAK MABES POLRI, ESDM RI DAN KEMENTERIAN ATR/BPN EVALUASI PT ALASKA DWIPA PERDANA ATAS DUGAAN PELANGGARAN WIUP DAN KERUSAKAN LAHAN PERTANIAN

SUARA INTEGRITAS

- Redaksi

Jumat, 6 November 2026 - 13:45 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MOROWALI, SULAWESI TENGAH – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GPA) Koordinator Indonesia Timur, Muh. Iksan Saranani, meminta Mabes Polri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk segera melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap aktivitas perusahaan PT Alaska Dwipa Perdana di Kecamatan Ponda, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.

Permintaan tersebut menyusul adanya dugaan aktivitas operasional perusahaan yang berada di luar batas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), serta dugaan kerusakan terhadap areal Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Muh. Iksan Saranani menegaskan bahwa persoalan ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan aparat penegak hukum. Pasalnya, kegiatan pertambangan harus berjalan sesuai ketentuan perizinan, tata ruang, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami meminta Mabes Polri, Kementerian ESDM, dan Kementerian ATR/BPN tidak tinggal diam. Perlu ada pemeriksaan langsung di lapangan untuk memastikan apakah aktivitas PT Alaska Dwipa Perdana telah sesuai dengan batas wilayah izin usaha pertambangan dan ketentuan tata ruang yang berlaku,” tegas Muh. Iksan Saranani.

Menurutnya, dugaan aktivitas pertambangan di luar wilayah izin serta dugaan terganggunya kawasan LP2B merupakan persoalan yang tidak boleh dianggap sepele. Lahan pertanian pangan berkelanjutan memiliki fungsi strategis dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat dan harus mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan hukum.

Ia juga meminta Kementerian ESDM melakukan verifikasi terhadap peta koordinat WIUP, dokumen perizinan, serta kesesuaian antara wilayah yang diberikan izin dengan lokasi kegiatan operasional perusahaan.

Sementara itu, Kementerian ATR/BPN diminta melakukan pemeriksaan terhadap status dan peruntukan lahan, termasuk memastikan apakah terdapat aktivitas yang bertentangan dengan ketentuan perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

“Kami tidak ingin kegiatan investasi dan pertambangan justru mengabaikan aturan yang telah ditetapkan negara. Investasi memang penting, tetapi kepatuhan terhadap hukum, perlindungan lingkungan, dan keberlangsungan lahan pertanian juga harus menjadi prioritas,” lanjutnya.

PW GPA Koordinator Indonesia Timur juga meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara profesional, objektif, dan transparan apabila ditemukan indikasi pelanggaran. Apabila dugaan tersebut terbukti, perusahaan harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Muh. Iksan menekankan bahwa langkah evaluasi bukanlah bentuk penolakan terhadap investasi maupun kegiatan usaha pertambangan. Namun, seluruh perusahaan wajib menjalankan aktivitasnya berdasarkan izin yang sah dan tidak boleh mengabaikan ketentuan perlindungan lahan pertanian.

“Kami berharap pemerintah pusat segera turun tangan agar persoalan ini mendapatkan kejelasan. Jangan sampai muncul persoalan yang lebih besar akibat lemahnya pengawasan. Kami meminta semua pihak terkait membuka ruang pemeriksaan dan menyampaikan hasil evaluasi secara transparan kepada masyarakat,” tutupnya.

PW GPA Koordinator Indonesia Timur menegaskan akan terus mengawal persoalan ini sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi dalam mendorong penegakan hukum, perlindungan lingkungan, serta menjaga kepentingan masyarakat di wilayah pertambangan.

Berita Terkait

Pusat Studi Kepolisian Terus Menggeliat, Mahasiswa Bedah Gagasan Reformasi Birokrasi Polri
Budi Arie Diterpa Isu Politik, Pengamat : Publik Jangan Terjebak Potongan Video dan Narasi Sepihak
H Irmawan Buka Beasiswa Pemuda ke Jepang, Prioritaskan Anak Desa untuk Bangun Negeri
DPR RI Yasonna Laoly Berani Lawan Judol, Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Angkat Suara
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Sikapi Dugaan Korupsi Proyek BP2TD Mempawah Jadi Sorotan, Warga Desak Penanganan Transparan dan Tuntas
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi, Dukung Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029
Apresiasi Langkah Nyata Menteri PU, PP GPA: Peresmian 5 Bendungan oleh Presiden Prabowo adalah Pondasi Emas Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

Aksi Humanis Polres Simalungun: Kapolres Turun Langsung Tenangkan 130 Warga GERMALAK, Mediasi Berujung Damai dan Massa Pulang dengan Senyuman

Selasa, 3 November 2026 - 12:40 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Selasa, 3 November 2026 - 11:14 WIB

12 Barcode Solar Subsidi Dikaitkan dengan Istri Geuchik Ujong Sikuneng, Solar Diduga Mengalir ke Tambang Emas Ilegal

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:16 WIB

Komunitas Suporter Bekasi Raya Bersatu dalam Sportivitas, Siap Menjadi Pelopor Kamtibmas

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:37 WIB

Hadir di Tengah-Tengah Masyarakat Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/GTY Pos Kobakma Distrik Kobakma Kabupaten Membramo Tengah

Senin, 25 Mei 2026 - 12:15 WIB

Metode Tumpang Sari Bikin Jagung Betras di Tandan Sari Tumbuh Optimal Menjelang Panen Juni

Senin, 25 Mei 2026 - 12:05 WIB

Perkuat Swasembada Pangan Polresta Pekanbaru: Polsek Kawasan Pelabuhan Salurkan Bantuan ke Petani

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:30 WIB

Alexander “Alex Cowboy” Dinilai Konsisten Perjuangkan Hak Masyarakat dan Marwah Tanah Melayu Riau

Berita Terbaru

GAYO LUES

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:59 WIB