Oknum Kombes Terkait Kasus Korban Pencurian yang Menjadi Tersangka Merupakan Jaringan Mafia

SUARA INTEGRITAS

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:03 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Beredarnya sebuah postingan di media sosial, yang diduga memuat pernyataan seorang oknum perwira berpangkat Komisaris Besar (Kombes) di Kota Medan kepada salah seorang anggota Komisi III DPR RI, memunculkan polemik di tengah masyarakat.

Dalam rekaman yang beredar tersebut, okn bum tersebut diduga menyebut bahwa pihak yang mengaku sebagai korban pencurian namun kemudian ditetapkan sebagai tersangka setelah menangkap terduga pelaku pencurian atas arahan polisi, merupakan “jaringan”, “mafia”, dan “pemeras”. Pernyataan yang beredar luas itu pun menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Keluarga pihak yang bersangkutan menyatakan keberatan dan merasa nama baik mereka telah dicemarkan apabila pernyataan tersebut benar ditujukan kepada mereka. Menurut keluarga, tuduhan tersebut merupakan fitnah yang tidak pernah dapat dibuktikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami merasa sangat dirugikan. Apabila memang benar ada pihak yang menyampaikan tuduhan seperti itu kepada pejabat negara tanpa disertai bukti yang sah, maka hal tersebut telah mencederai nama baik keluarga kami,” ujar perwakilan keluarga.

Keluarga juga meminta agar rekaman yang beredar dapat ditelusuri kebenarannya secara menyeluruh, termasuk siapa yang menyampaikan pernyataan tersebut, dalam konteks apa disampaikan, serta apakah terdapat dasar hukum maupun bukti yang mendukung tuduhan tersebut.

Mereka mendesak Kapolri untuk melakukan pemeriksaan secara transparan terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat apabila memang terdapat pelanggaran kode etik maupun penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, keluarga juga meminta Komisi III DPR RI untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut dengan melakukan pengawasan sesuai kewenangannya. Menurut mereka, setiap tuduhan yang disampaikan oleh aparat penegak hukum kepada masyarakat harus didasarkan pada alat bukti yang sah dan bukan sekadar opini atau asumsi.

“Kami berharap Kapolri dan Komisi III DPR RI mengusut tuntas persoalan ini agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap masyarakat yang sedang mencari keadilan. Jika memang ada pihak yang menyebarkan tuduhan tanpa dasar, maka harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata perwakilan keluarga. 2 Juli 2026

Keluarga sangat menyesalkan apabila ada oknum aparat yang diduga berpangkat kombes yang mengatakan bahwa mereka adalah jaringan- mafia dan pemeras dan menurut mereka hal ini harus di usut tuntas dan apabila terbukti adanya ucapan tersebut maka harus dibuktikan apabila tidak bisa dibuktikan kami minta oknum itu di tindak tegas dan dipecat dari instansinya.

“Kami dikatakan jaringan – mafia dan pemeras, jaringan apa ini, mafia apa, apa ada riwayat kami yang mengatakan bahwa kami jaringan mafia dan pemeras. Ini harus di usut tuntas kami akan demo ke Mabes Polri, DPR RI dan Polda Sumut mendesak Kapolri, Komisi III dan Kapolda Sumut mengusut hal tersebut, jangan sampai kami korban pencurian malahan di fitnah dikatakan yang tidak tidak, ini jelas merugikan kami,”tegasnya

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Kepolisian maupun pihak yang diduga menyampaikan pernyataan tersebut mengenai isi rekaman yang beredar di media sosial. Oleh karena itu, seluruh informasi yang beredar masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Berita Terkait

PW GPA KOORDINATOR INDONESIA TIMUR DESAK MABES POLRI, ESDM RI DAN KEMENTERIAN ATR/BPN EVALUASI PT ALASKA DWIPA PERDANA ATAS DUGAAN PELANGGARAN WIUP DAN KERUSAKAN LAHAN PERTANIAN
Pusat Studi Kepolisian Terus Menggeliat, Mahasiswa Bedah Gagasan Reformasi Birokrasi Polri
Budi Arie Diterpa Isu Politik, Pengamat : Publik Jangan Terjebak Potongan Video dan Narasi Sepihak
H Irmawan Buka Beasiswa Pemuda ke Jepang, Prioritaskan Anak Desa untuk Bangun Negeri
DPR RI Yasonna Laoly Berani Lawan Judol, Diteror Puluhan Telepon Misterius, PW GP Al Washliyah Angkat Suara
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Sikapi Dugaan Korupsi Proyek BP2TD Mempawah Jadi Sorotan, Warga Desak Penanganan Transparan dan Tuntas
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Berantas Korupsi, Dukung Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

Aksi Humanis Polres Simalungun: Kapolres Turun Langsung Tenangkan 130 Warga GERMALAK, Mediasi Berujung Damai dan Massa Pulang dengan Senyuman

Selasa, 3 November 2026 - 12:40 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Selasa, 3 November 2026 - 11:14 WIB

12 Barcode Solar Subsidi Dikaitkan dengan Istri Geuchik Ujong Sikuneng, Solar Diduga Mengalir ke Tambang Emas Ilegal

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:16 WIB

Komunitas Suporter Bekasi Raya Bersatu dalam Sportivitas, Siap Menjadi Pelopor Kamtibmas

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:37 WIB

Hadir di Tengah-Tengah Masyarakat Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 645/GTY Pos Kobakma Distrik Kobakma Kabupaten Membramo Tengah

Senin, 25 Mei 2026 - 12:15 WIB

Metode Tumpang Sari Bikin Jagung Betras di Tandan Sari Tumbuh Optimal Menjelang Panen Juni

Senin, 25 Mei 2026 - 12:05 WIB

Perkuat Swasembada Pangan Polresta Pekanbaru: Polsek Kawasan Pelabuhan Salurkan Bantuan ke Petani

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:30 WIB

Alexander “Alex Cowboy” Dinilai Konsisten Perjuangkan Hak Masyarakat dan Marwah Tanah Melayu Riau

Berita Terbaru

GAYO LUES

Sanitasi, Rehab MCK TMMD ke-130 Hampir Rampung

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:59 WIB